ARTICLE IN DETAILS

ARTIKEL | Public
Pembaharuan: (3 minggu yang lalu) | dibaca: 47 kali

fotokonten_202606221000228500.jpg

MENANGKAP SUARA PETANI DAN NELAYAN

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

    Sejak 20 hingga 25 Juni 2026, Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan seluruh Indonesia, kembali digelar di Kbupatwn Gorontalo, Provinsi Girontal. Selama 7 hari para petani dan nelayan akan bertatap muda sekaligus bersambung rasa. Mereka akan menyampaikan berbagai keberhasilan dalam membangun pertanian dan perikanan di daerah masing-masing.

 

     Mereka juga akan mengungkap seabreg persoalan yang dihadapi. Apakah yang berkaitan dengan kelangkaan pupuk ketika musim tanam tiba atau pun anjloknya harga gabah di tingkat petani saat musim panen datang. Paling tidak, persoalan semacam itulah yang perlu segera dicarikan solusi terbaiknya. Di luar ini, tentu masih menumpuk persoalan lain yang butuh jalan keluarnya.

 

    Penas 2026 merupakan Penas ke XVII yang kita laksanakan. Forum Silaturahmi petani dan nelayan dengan Pemerintah serta komponen bangsa lainnya, sengaja digelar dengan harapan terjadinya kesepahaman antara aspirasi petani dan nelayan dengan kebijakan yang bakal dilahirkan Pemerintah di sektor pertanian dan perikanan/kenelayanan.

 

     Penting dicatat, Penas bukanlah "kongres" alias "ngawangkong teu beres-beres". Artinya, selama sepekan para petani dan nelayan tidak cuma ngerumpi atau kangen-kangenan karena sudah lama tidak berjumpa. Tapi, selama 7 hari itulah para petani dan nelayan akan berbagi pengalaman atas kiprah mereka di daerah masing-masing.

 

     Penas pada hakekatnya merupakan ihtiar para petani dan nelayan dalam menggumpalkan aspirasi mereka agar dapat dijadikan kebijakan, program dan kegiatan Pemerintah. Lewat Penas inilah kesepahaman dan kebersamaan antara petani dan nelayan dengan Pemerintah diharapkan dapat terjalin dengan baik, diperoleh komitmen bersama guna menuntaskan masalah yang ada.

 

    Penas yang diikuti sekitar 50 ribu petani dan nelayan seluruh Nusantara, tentu dituntut dapat melahirkan strategi pembangunan pertanian dan perikanan yang lebih menukik ke langkah-langkah nyata untuk menjawab masalah petani dan nelayan. Suara petani dan nelayan yang menggema di Penas sebaiknya dijadikan masukan dan bahan pertimbangan Pemerintah dalam merancang kebijakan, program dan kegiatan ke depan.

 

    Sebetulnya, banyak hal yang perlu mendapat titik tekan dalam Penas 2026. Salah satunya, terkait dengan proses alih generasi petani, yang selama ini terlihat banyak menghadapi kendala. Regenerasi petani, khususnya petani padi terekam tidak berjalan mulus. Di mata kaum muda perdesaan, menjadi petani bukanlah pilihan hidup yang menjanjikan. Petani bukan lagi profesi yang mampu menjawab harapan kaum muda di masa datang..

 

    Akibatnya wajar, jika kemudian banyak kaum muda perdesaan yang eksodus ke kota-kota besar. Mereka lebih memilih untuk jadi pekerja kasar di perkotaan dengan penghasilan yang tidak menentu, ketimbang harus menjadi petani di kampung halamannya sendiri. Suasananya bisa lebih gawat lagi ketika para orang tua yang kini berprofesi petani, melarang anak-anak mereka untuk menjadi petani.

 

    Keengganan kaum muda menjadi petani padi, tentu tidak boleh dianggap angin lalu. Hal ini betul-betul merupakan fenomena serius bagi keberlanjutan dan masa depan pembangunan pertanian kita. Apalah jadinya negeri agraris jika tidak ada petani nya ? Itu sebabnya, Penas kali ini, perlu sungguh-sungguh membahas soal alih generasi petani dari berbagai aspek dan pendekatan.

 

    Ada beberapa alasan, mengapa kaum muda perdesaan enggan menjadi petani. Salah satunya, mereka tahu persis bagaimana nelangsanya kehidupan para petani padi. Mereka merasakan betul, bagaimana susahnya orang tua nya yang berkiprah sebagai petani. Jangankah dapat menabung, sekedar menyambung nyawa saja sudah cukup sulit. Di benak mereka, menjadi petani padi, identik masuk ke dalam dunia yang penuh dengan kemiskinan.

 

    Petani padi, khususnya yang berlahan sempit, memang hidup cukup menderita. Jeritan mereka sudah sering kita dengar. Dengan lahan garapan yang terbatas, mereka cukup susah untuk memperoleh penghasilan yang wajar. Apa yang dapat mereka lakukan untuk menatap kehidupan yang lebih baik, jika pendapatan mereka hanya Rp. 14.517,- per hari ? Mereka tetap terjebak dalam kemiskinan yang tak berujung pangkal.

 

    Dihadapkan pada kondisi yang demikian, tentu kita berharap agar Pemerintah segera turun tangan untuk mencarikan solusi cerdasnya. Pemerintah tidak bisa lagi hanya berpangku-tangan. Kita ingin, Pemerintah dapat membuat penjaminan, menjadi petani di negeri ini, tidak akan hidup sengsara. Masalahnya adalah jaminan seperti apa yang harus disiapkan Pemerintah ?

 

    Rasanya tidak terlalu berlebihan jika Penas kali ini, para petani dapat berkomunikasi secara inten dengan Pemerintah untuk merumuskan jaminan yang dimaksud. Petani tentu memiliki pengalaman lapang terkait dengan kondisi obyektif nasib dan kehidupan petani padi berlahan sempit. Di lain pihak, Pemerintah pasti memiliki pengalaman kebijakan dalam meningkatkan pendapatan petani.

 

    Tinggal sekarang, bagaimana mengkompromikan antara aspirasi petani dengan kemauan politik Pemerintah untuk menuntaskan pokok masalahnya. Pemerintah dengan seabreg kekuasaan dan kewenangan yang dimilikinya, ditantang untuk dapat menghasilkan karya terbaiknya bagi petani. Penas 2026 merupakan momentum untuk menjadikan profesi petani lebih terhormat lagi.

 

    Penas, bukan "Kongres". Kalimat ini sekedar mengingatkan kepada kita semua, sehubungan dengan adanya kalangan yang mempertanyaksn hasil nyata diselenggarakannya Penas yang sudah 17 kali dilaksanakan. Ada yang menyebut Penas belum mampu menuntaskan masalah utama petani dan nelayan. Penas cenderung seremonial. Bahkan terkesan jadi ajang pariwisata. Mestinya tidak begitu. (PENULIS, ANGGOTA DEWAN PAKAR DPN HKTI).

end of article

Editor: admin111
Published: Monday, 22 June 2026


0 komentar

Komentar

Recent News
General Apply

You're in the right place! Just drop us your cv. How can we help?

Validation error occured. Please enter the fields and submit it again.
Thank You ! Your email has been delivered.